Kisah kashishiburi: adakah yang mirip Indonesia?

Standard

Awalnya cuma iseng-iseng menggambar data perbankan Indonesia dari database World Bank. Setelah gambarnya selesai, timbul pertanyaan: apa ada negara lain di dunia ini yang punya atau pernah punya kondisi seperti ini (Indonesia)? Kalau jawabannya “ada”, apa yang terjadi pada ekonomi negara tersebut tahun-tahun berikutnya?

Semula yang akan saya bandingkan cuma data tren negatif kredit-GDP, Quasi Money-GDP dan M2-GDP. Saya pikir mestinya menarik kalau bisa menggambar negara lain yang punya tren negatif tiga rasio itu selama satu dekade. Akan tetapi, ternyata gambar Indonesia tidak hanya istimewa dari sisi tren negatif kredit dan Quasi Money selama satu dekade.  Gambar rasio Gross Domestic Investment atau Gross Capital Formation terhadap GDP Indonesia selama satu dekade terakhir juga aneh – setidaknya untuk saya.

Untuk menunjukkan “keanehan” itulah, coretan kali ini akan lebih banyak berisi gambar. Urutan tampilannya saya buat seperti berikut ini. Pertama-tama yang akan ditampilkan adalah gambar-gambar Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina. Delapan gambar pertama adalah gambar rasio aktivitas perbankan (kredit, quasi money, M2) dan investasi (Gross Domestic Investment, Foreign Direct Investment inflow dan outflow) terhadap GDP. Empat gambar mengenai aktivitas perbankan relatif terhadap GDP sudah pernah di tampilkan di coret-coret terdahulu https://srikripik.wordpress.com/?p=175&preview=true . Di sini cuma ditambah rasio M2-GDP dan ditampilkan per negara. Empat gambar yang baru adalah gambar aktivitas investasi terhadap GDP.

Setelah nampak bagaimana “anehnya” rasio GDI-GDP Indonesia dibandingkan tiga negara tetangga, saya tampilkan gambar-gambar dari negara di luar kawasan Asia. Seperti yang telah saya kemukakan, yang ingin dilihat pertama-tama adalah, apakah ada negara yang mengalami tren negatif kredit-GDP, quasi money-GDP, M2-GDP (untuk selanjutnya disebut aktivitas perbankan) selama satu dekade. Jawabannya “ada”, walaupun tidak banyak. Saya cuma menemukan tujuh  negara dari 213 negara di database World Bank. Setelah itu pertanyaan berikutnya, dari tujuh negara itu, apa yang terjadi dengan aktivitas investasi khususnya rasio GDI-GDP? Adakah yang mirip Indonesia? Jawabannya…silakan dilihat dan dinilai sendiri. Gambarnya jauuuuh di bawah.

Indonesia dibanding Malaysia, Thailand dan Filipina….

Saya mulai dari gambar data rasio aktivitas perbankan terhadap GDP seperti yang ada di coret-coret yang lalu. Rasio M2 terhadap GDP saya sertakan karena selisihnya dengan rasio Quasi Money-GDP menunjukkan jumlah uang di masyarakat. Nanti akan nampak ada negara yang punya selisih banyak ada yang tidak. Artinya ada negara yang masyarakatnya lebih suka pegang cash ada yang nyaman menabung di bank.

Dengan gambar mirip gunung seperti itu, saya pikir, mestinya gambar rasio Gross Domestic Investment-GDP tidak terlalu beda atau landai-landai saja. Data Gross Domestic Investment (GDI) yang sekarang disebut Gross Capital Formation menunjukkan aktivitas sektor riil. Definisinya menurut database World Bank adalah outlays on additions to the fixed assets of the economy plus net changes in the level of inventories. Fixed assets include land improvements (fences, ditches, drains and so on); plant, machinery, and equipment purchases; and the construction of roads, railways, and the like, including schools, ofices, hospitals, private residential dwellings and commercial and industrial buildings. Invesntories are stocks of goods held by firms to meet temporary or unexpected fluctuations in production or sales or “work in progress”. Ada lagi tambahan bahwa yang termasuk GDI adalah net acquisition of valuables.

Menurut saya, kalau kontribusi kredit perbankan terhadap GDP terus turun, dapat jadi indikasi (sekali lagi i-n-d-i-k-a-s-i) investasi juga turun kecuali kalau sektor riil mendapat alternatif sumber dana selain perbankan. Dengan kata lain, kalau rasio kredit-GDP turun, mestinya rasio GDI-GDP juga cenderung turun. Apalagi kalau rasio quasi money-GDP juga turun dan rasio Foreign Direct Investment-inflow tidak besar. Darimana orang berinvestasi? Itu pemikiran saya. Tapi, gambar yang saya dapat untuk data Indonesia ternyata tidak demikian. Berikut ini gambar rasio Gross Domestic Investment, Foreign Direct Investment-inflow dan outflow (selanjutnya disebut aktivitas investasi) terhadap GDP Indonesia:

Garis biru dan merah masing-masing adalah Foreign Direct Investment-inflow (FDI) dan Foreign Direct Investment-outflow (FDO). Rasio yang terakhir ini menunjukkan investasi negara pelapor di negara lain. Semuanya dibandingkan dengan GDP. Nanti bisa dilihat  dan dibandingkan, sebetulnya rasio FDI-GDP Indonesia terhitung rendah bahkan kalau dibandingkan dengan Malaysia, Thailand, Filipina. Tapi rasio yang kecil ini sudah bikin risau kalau ada “arus balik”.

Dibandingkan negara-negara lain yang kena krisis, rata-rata rasio Foreign Direct Investment-inflow terhadap GDP Indonesia antara 2000-2009 hanya sekitar 0,45%, paling rendah. Filipina, “pesaing terdekat”, memiliki rata-rata 1,52%. Tapi coba lihat garis yang hijau pada gambar di atas…. Spektakuler ya? Selama sepuluh tahun terakhir rasio Gross Domestic Investment-GDP ternyata terus meningkat sampai 31%. Nampaknya sudah sama dengan kondisi sebelum krisis ekonomi 1997/1998. Saya tidak paham kenapa bisa begitu karena setau saya, antara domestic investment dengan  kredit, foreign direct investment dan tabungan mestinya ada hubungannya. Seberapa erat hubungannya, itu soal lain. Buat saya, rasio GDI-GDP Indonesia ini “anomali”…(maklum bukan ekonom). Karena bukan ekonom atau orang pinter ekonomi, akhirnya saya membanding-bandingkan saja gambar Indonesia dengan negara-negara lain… Siapa tahu ada negara yang seperti Indonesia ini….

Sekarang mari kita lihat gambar-gambar serupa untuk Malaysia, Thailand, Filipina yang letaknya secara geografis berdekatan dengan Indonesia dan sama-sama lulusan krisis ekonomi 1997/1998. Sama seperti dua gambar Indonesia, urutan tampilannya adalah tren aktivitas perbankan dan diikuti tren aktivitas investasi untuk tiap negara.  Bisa dilihat bedanya dengan Indonesia…

Malaysia:

Tren rasio quasi money-GDP Malaysia lebih baik dari Indonesia. Sejak krisis cenderung landai. Selain itu, Malaysia yang punya Foreign Direct Investment-inflow maupun outflow terbesar diantara negara-negara alumnus krisis 1997/1999. Rata-rata rasio FDI inflow-GDP antara 2000-2009 adalah 2,9% sedangkan rasio outflow 3%. Tapi, sejak krisis 1997/1998 Malaysia ternyata mengalami tren negatif rasio Gross Domestic Investment seperti gambar di bawah ini.

Thailand:

Ini rasio aktivitas perbankan Thailand terhadap GDP. Nampak rasio M2-GDP dan Quasi Money-GDP memiliki gap yang kecil; berbeda dengan Indonesia dan Malaysia.

Sama seperti Malaysia, tren rasio FDI inflow terhadap GDP Thailand lebih baik dari Indonesia. Rata-rata antara tahun 2000-2009  adalah 3,6%.  Sejak krisis 1997/1998 rasio GDI-GDP Thailand sempat meningkat sampai sekitar 31% tahun 2005. Tapi kemudian cenderung turun seperti gambar berikut ini…

Kalau kita membandingkan dengan gambar Indonesia, rasio GDI-GDP Thailand ada kemiripan. Sejak krisis  cenderung meningkat. Bedanya, peningkatan rasio GDI-GDP Thailand terhenti tahun 2005. Selain itu, Thailand memiliki rasio quasi money-GDP lebih baik dan lebih besar dari Indonesia. Sehingga, walaupun tren kredit-GDP turun, bisa dikompensasi oleh rasio dana-GDP. Thailand juga memiliki rasio FDI-inflow jauh  lebih tinggi dari Indonesia. Dengan kata lain, peningkatan GDI-GDP Thailand mungkin didukung oleh FDI-inflow.

Bagaiman penjelasannya untuk Indonesia yang mengalami tren negatif aktivitas perbankan, rasio FDI inflow GDP terendah, tapi rasio GDI-GDP ternyata meningkat? Mari dilihat gambar Filipina…bukankah negara ini lebih mirip Indonesia? (mungkin, rasio GDI-GDP Filipina cenderung meningkat selama satu dekade terakhir seperti Indonesia). Seperti ini gambarnya…

Filipina:

Ini gambar rasio kredit dan dana masyarakat terhadap GDP Filipina seperti di coret-coret yang lalu… Sejak krisis selisih antara M2 dan Quasi Money melebar. Artinya penduduk Filipina lebih suka menyimpan uang tunai daripada menabung.

Ini gambar rasio aktivitas investasi terhadap GDP. Seperti yang telah disebutkan, rata-rata rasio FDI inflow-GDP Filipina periode 2000-2009 lebih besar dari Indonesia, yaitu 1,5%. Sedangkan rata-rata rasio GDI-GDP periode 2000-2009 hanya 16,6%; paling rendah diantara negara-negara yang pernah mengalami krisis 1997/1998.

Harapan tidak terkabul ya…rasio GDI-GDP Filipina cenderung turun selama satu dekade terakhir… Dua gambar Filipina ini malah lebih masuk diakal saya….(maklum bukan ekonom, bukan pakar, cuma iseng-iseng main Excel)…. Tidak salah kan kalau saya bilang gambar GDI Indonesia itu istimewa… Seberapa istimewa…mari kita bandingkan dengan negara-negara lain di luar Asia.

Tujuh negara yang lain…

Sekarang saya tunjukan gambar negara-negara di luar kawasan Asia yang memiliki tren negatif aktivitas perbankan seperti Indonesia. Bagaimana tren Gross Domestic Investment, Foreign Direct Investment inflow dan outflow mereka? Berikut ini gambar-gambarnya

Algeria:

Garis hijau menunjukkan rasio kredit-GDP negara ini terus cenderung turun sejak 1988 bahkan sampai negatif (!). Tapi perhatikan  rasio Quasi Money dan M2 terhadap GDP terutama sebelum 1988. Penduduk Algeria rupanya lebih nyaman menyimpan uang tunai dibandingkan menabung…

Berbeda dengan Indonesia, rasio pendanaan bank terhadap GDP relatif stabil walaupun rasio tersebut sempat turun pada periode 1988-1991. Gambar berikut ini adalah rasio aktivitas investasi Algeria terhadap GDP…

Tren GDI ternyata cenderung meningkat…mungkin karena aktivitas pendanaan bank (rasio quasi money dan M2 terhadap GDP) juga meningkat..

Egypt:

Mesir memang tidak mengalami tren negatif kredit-GDP selama satu dekade penuh. Tapi negara ini dua kali mengalami periode tren negatif dengan fase pemulihan sekitar 10 tahun. Perhatikan juga bagaimana rasio Quasi Money dan M2 terhadap GDP bergerak seiring dengan  tren kredit-GDP; mirip Indonesia…

Masih ingat gambar Indonesia ya? Gunung cuma satu; Mesir punya dua gunung. Mungkin rasio GDI-GDP Mesir juga meningkat…mirip dengan Indonesia? Berikut ini gambarnya:

Mesir mengalami tren negatif aktivitas perbankan antara tahun 1986-1993. Nampak, rasio GDI-GDP dan FDI inflow-GDP juga mengalami penurunan pada masa itu. Setelah berfluktuasi sebentar rasio GDI-GDP mulai meningkat lagi sekitar tahun 2004 seperti halnya rasio FDI-GDP. Nampaknya rasio kredit-GDP tidak terlalu berpengaruh terhadap kegiatan investasi di Mesir.

Iran:

Data rasio kredit-GDP Iran dan rasio M2-GDP ada yang sangat rendah sehingga nampak seperti huruf M. Yang jelas, tren negatif dimulai sejak 1982. Demikian juga dengan rasio Quasi Money-GDP dan M2-GDP. Akan tetapi berbeda dengan Indonesia sejak tahun 1994 tren ketiga rasio cenderung stabil.

Karena tren aktivitas perbankan Iran tahun 1982 sampai sekitar 1994 mirip Indonesia, mungkin tren aktivitas investasi mirip Indonesia…?? Berikut ini gambarnya…

Nampaknya tidak mirip dengan Indonesia…sejak tahun 1980an rasio GDI-GDP cenderung turun dan mulai meningkat sekitar tahun 199oan. Pada saat itu memang tren aktivitas perbankan mulai stabil/landai.

Sierra Leone:

Sierra Leone mengalami dua kali tren negatif kredit-GDP. Tren negatif yang kedua kali tidak diikuti oleh tren negatif quasi money dan M2-GDP, tapi berlangsung lebih dari 10 tahun.

Rasio GDI-GDP sudah cenderung turun sejak tahun 1980an, dan mulai meningkat akhir 1990an. Kalau dibandingkan dengan grafik di atas, pada akhir 1990an, rasio dana-GDP juga mulai meningkat. Selain itu, rasio FDI inflow-GDP akhir 1990an juga mulai meningkat. Jadi nampaknya aktivitas GDI-GDP dipengaruhi juga oleh aktivitas pendanaan bank dan FDI inflow.

Trinidad-Tobago:

Trinidad-Tobago mengalami tren negatif kredit-GDP yang terhitung lama mirip Indonesia. Akan tetapi tren rasio quasi money-GDP dan M2-GDP relatif lebih baik dibandingkan Indonesia.

Kalau lihat gambar di bawah ini, nampaknya GDI-GDP Trinidad-Tobago lebih dipengaruhi oleh FDI-inflow daripada aktivitas perbankannya.

Uruguay:

Uruguay mengalami tren negatif rasio kredit-GDP dua kali. Yang pertama berlangsung lebih dari 10 tahun. Perhatikan rasio quasi money-GDP dan M2-GDP. Sejak tahun 2002 semakin lebar. Artinya, penduduk Uruguay semakin lama semakin banyak memegang uang tunai.

Rasio GDI-GDP Uruguay nampaknya lebih dipengaruhi FDI inflow-GDP. Awal tahun 1980an tren GDI-GDP turun. Pada periode yang sama rasio kredit-GDP dan FDI inflow-GDP juga turun. Demikian pula pada awal tahun 2000an ketika rasio GDI-GDP mulai meningkat, rasio FDI inflow-GDP meningkat walaupun tren kredit justru turun.

Venezuela:

Mirip Uruguay

Rasio GDI-GDP Venezuela nampaknya lebih banyak dipengaruhi  Foreign Direct Investment-inflow dibandingkan aktivitas perbankan.

Berdasarkan gambar-gambar yang sudah dipamerkan itu, apa yang terjadi di Indonesia bisa disebut “istimewa”: paska krisis ekonomi, rasio GDI-GDP melesat meskipun rasio-rasio lain tidak mendukung. Coba bandingkan dengan keadaan negara-negara lain. Biasanya, rasio GDI-GDP  dipengaruhi oleh rasio kredit-GDP dan/atau Foreign Direct Investment inflow-GDP. Rasio Quasi Money-GDP juga memengaruhi terutama kalau rasio kredit dan Foreign Direct Invesment tidak besar. Tapi ini cuma analisis lucu-lucuan, cuma berdasarkan pengamatan visual. Kalau mau lebih yakin ya harus diuji statistik pakai teori yang tepat.

Kalau diperhatikan, sebagian besar negara-negara di luar kawasan Asia mengalami tren negatif kredit-GDP sekitar tahun 1980an atau beberapa tahun sebelum krisis ekonomi Asia. Setelah lihat gambar-gambarnya, saya wondering…apa yang terjadi dengan tujuh negara ini sekian tahun kemudian, setelah sekitar satu dekade mengalami tren negatif kredit-GDP. Bagaimana ekonomi atau pertumbuhan GDP mereka pulih? Gambar-gambarnya akan diposting segera…

*tadinya pakai istilah “detrending” untuk “tren yang turun”; tapi baru ingat, artinya bisa lain. Tren, katanya, tidak selalu berarti “peningkatan”; tren bisa positif bisa negatif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s